Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
single-event-img-1

Sejarah CU Bersama


     Pada awal ditempatkannya bertugas seorang rohaniwan pastor di Paroki St.Yosef Duri sekitar tahun 1987 ,yang mana paroki Santo Yosef Duri meliputi wilayah : stasi Bg,batu, stasi Balam, stasi poros dan stasi di Sp.jambu tanah putih sebanga. Pastor tersebut bernama pastor Maryono,SX, atau yang disebut juga pastor Oppung.

Umat menyebut Pastor oppung, karena beliau sangat sayang dan dekat kepada umat,dan selalu memperhatikan umatnya.

Pada saat pastor melayani umatnya yang berada di stasi-stasi pada hari Minggu, beliau sangat prihatin melihat keadaan ekonomi umatnya yang sangat susah dan memprihatinkan dan untuk makan saja pada waktu itu sangat sulit.

Memang pada saat itu CU di paroki sudah ada,tetapi tidak ada yang memikirkan akan keadaan dan nasib umatnya.

Dan perlu kita ketahui umat yang berada di wilayah paroki santo Yosef Duri mayoritas perantau yang datang dari Sumatra Utara dan juga ada beberapa dari P.Jawa dan karyawan PT.CPI

Melihat keadaan umat yang begitu susah ekonominya, dan untuk mengolah lahan untuk dijadikan tanaman sawit yang berada di balam ,Bg,batu dan poros dan untuk membeli bibit sawit uang tidak ada.

Apabila pastor Maryono melayani ke stasi-stasi,banyak umat yang meminjam uang ke pastor,tetapi umat tidak dapat mengembalikannya,jangankan untuk mengembalikannya,untuk makan saja sangat sulit, dan bahkan yang membuat pastor  lebih miris lagi umat jadi malas datang ke gereja pada hari Minggu

Melihat situasi yang demikian,timbullah ke Nabian  pastor untuk membangun ekonomi umatnya,maka pastor Maryono membahas bagaimana solusi untuk membantu umat keluar dari kemiskinan dengan seorang biarawati yang sudah lebih dulu ditempatkan ke duri,suster tersebut bernama Suster Antonetta KYM.

Akhirnya suster Antoneta bersama dengan pastor Maryono menggagas untuk membentuk koperasi simpan pinjam agar bisa membantu ekonomi umat keluar dari kemiskinan,yang pada hakekatnya uang dikumpul dari umat yang menjadi anggota CU,dan setelah terkumpul dan dikelola dengan baik,maka akan diberikan pinjaman kepada anggota yang membutuhkan dengan cara mengangsur dengan jasa yang ringan.

Pada awal dibentuknya koperasi ini,hanya untuk melayani kalangan umat gereja khatolik saja,dan para pengurusnya pun terdiri dari umat  khatolik,tetapi seiring dengan perkembangan zaman,sekarang CU Bersama sudah inklusif atau terbuka untuk umum dan anggotanya sekarang terdiri dari berbagai golongan lapisan masyarakat,terutama masyarakat ekonomi lemah.

Karena suster kurang memahami untuk mengkelola CU,akhirnya dia mencari seorang umat yang paham bagaimana cara membentuk CU, dan suster menemui seorang umat yang bernama SW.Gultom, yang mana bapak SW.Gultom sudah mengenal CU sebelumnya di Sumatra Utara dan beliau pernah menjadi pengurus CU.

Setelah mereka sepakat dan tekat yang bulat,mereka membentuk CU dan mencari beberapa umat yang bisa diajak untuk mengembangkan CU ke depan.

Suster Antonetta dan bapak SW,Gultom mengajak bapak B.Nainggolan dan bapak Yohanes Suhardianto dan beberapa umat yang berada di balam yaitu salah satu umat dari balam bapak W.Sihaloho untuk mengumpulkan anggota supaya Credit Union dapat dibentuk dan berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Credit Union. Karena prinsip Credit Union adalah; “yang susah membantu yang susah “.

Maka Mereka pertama –tama mengadakan rapat di balam Km 26 di rumah bapak Y.Suhardianto untuk mengajak umat supaya masuk menjadi anggota CU dan begitu juga yang berada di Bg.batu.

Dan terus berlanjut sampai ke duri mereka rapat di rumah bapak B,Nainggolan  sampai larut malam untuk membahas pembentukan CU . Mereka dan suster tidak bosan-bosannya mengarahkan umat supaya masuk menjadi anggota CU.

Dan begitu berlanjut ,minggu ke minggu,bulan ke bulan mereka selalu rapat dan berkumpul untuk sama-sama mencari solusi membantu  umat agar bebas dari kemiskinan  ekonomi.

Akhirnya mereka rapat di Balam dan sepakat untuk membentuk Credit Union dan diberi nama “Credit Union Bersama” atau di singkat CU.Bersama.